Halo tuhan,

Bolehkah aku memesan sesuatu?

Aku pesan hujan boleh?

Oh mungkin, aku langsung memesan saja kepada awan ya?

Biar birokrasinya lebih cepat

Tapi aku sangat sangat percaya bahwa bicara padamu adalah bicara pada semua makhlukmu juga

Atau mungkin sesekali aku ingin berbicara kepada awan secara langsung

Kadang aku ingin tahu juga bentuknya seperti apa

Hai Pak Awan,

Barusan saya dari tuhan, saya ingin pesan sesuatu boleh?

Saya ingin pesan hujan dan gerimisnya sekalian

Oh ya jangan lupa petirnya yang banyak dan anginnya sedikit saja

Untuk apa? Ya untuk pesan saja

Sudah lama saya mendapatkan hujan tanpa saya pesan, harapkan

Biar kali ini aku lebih bisa berterima kasih

Oh ya tolong pesanannya diantar pukul 16.00 sore tepat ya

Harus tepat, kalau tidak tepat nanti bahaya, nanti yang saya persiapkan jadi hancur

Oh ya nanti alamatnya saya kirimkan, beserta titik koordinatnya sekalian

Sudah ya, terima kasih

Hai kamu,

Yang duduk dengan kedua kaki dirapatkan dan jempol kakimu yang turun naik

Oh ya jangan buru-buru pergi, kita nikmati siang hari ini

Tidak apa-apa biar saya yang bilang orang tuamu agar mereka bisa percaya

Bagaimana saya bisa dipercaya menjaga kamu, sedangkan mereka saja tak pernah melepasmu

Lagian hari ini, sore ini akan hujan.

Sebentar lagi pada pukul 16.00 tepat

Ya tepat, aku bisa jamin itu.

Kau mau apa? Kopi, teh, susu, air putih? Biar aku ambilkan

Bagaimana bisa aku tahu hari ini akan hujan?

Aku tidak tahu, aku memintanya

Ya ngawur memang, tadi pagi aku langsung menemui awan untuk meminta hujan

Tidak percaya? Lihat saja buktinya nanti, pukul 4 tepat hujan akan turus dengan deras serta petir yang menggelegar terus menerus, oh ya namun anginnya tidak terlalu besar

————————- Pukul 16.02, hujan turun ———————-

Tuh lihat benar kan? Langit cengeng mulai datang

Ya hanya lewat 2 menit, itu wajarlah lagian saya memintanya juga gratis

Ya ampun, ia aku mengerti bahwa sekarang musim penghujan, jadi hujan sudah pasti akan turun

Tapi kan susah untuk meminta hujan untuk turun jam 4 pas.

Saya kira kebetulan tidak akan sehebat ini.

Ya memang ada kebetulan yang lebih hebat, tapi untuk seseorang yang telah meramalkannya dari 2 jam yang lalu itu tentu sesuatu yang ajaib bukan.

Sumpah! Aku bukan peramal, aku ini peminta.

Aku tidak meramalkan atau memprediksi sesuatu, aku memintanya. Hujan ini turun khusus untukku.

Alasan? Duh harus ya ada alas an? Alasanku ya hanya karena kepingin saja.

Memang susah mencari alas an jika yang kita lakukan benar-benar ikhlas.

Tapi sebenarnya ada satu alas an lain?

Aku sebenarnya berani mengatakannya dan tidak malu, aku justru takut kamu yang mendengarkannya akan malu mendengarkannya.

Tidak apa-apa? Kalau kamu malu kamu tanggung sendiri ya?

Oke, siap?

Aku ingin menahanmu di sini,

Ya, air mukamu yang selalu berubah ketakutan tiap hujan deras turun selalu kusukai

Matamu yang memandang hujan sambil menggigit ujung bibirmu selalu ku ingat

Pembicaraan kita yang selalu tambah mengasyikkan ketika turun hujan karena kamu ingin mengalihkan ketakutanmu akan hujan itu membuatku kesengsem

Dan itu membuatku bahagia

Aku ingin lagi, lagi, dan lagi melihat itu.

Dan hanya hujan yang membuatmu bisa seperti itu

Biar hujan menahanmu di sini sementara,

Biar kunikmati hal-hal tadi, sebelum hujan reda

Ya bahagiaku sederhana dan cukup aneh

Dan maaf, untuk selanjutnya aku akan memesan kembali hujan, mungkin kali ini

Akan lebih panjang.

Advertisements