Mah, ingin sekali aku berlari ke arahmu dengan teriak sekencangnya
barangkali kau merindukan anakmu dulu
yang tiap pagi kau beri makan; tiap sore kau suruh mandi
kini aku, menjadi pemuda yang masih silau melihat dunia

biarlah kuberlari lagi ke arahmu
bercerita tentang anak nakal yang selalu menjahiliku
bercerita tentang berapa banyak gol yang aku hasilkan
berapa jauh aku mengejar layangan putus
bagiku itu penting; ketika kau begitu antusias dengan
hal remeh temeh semcam itu, berarti aku penting bagimu

dan kini aku pemuda yang tak bisa lari ke arahmu dengan kegirangan

Advertisements