Ditengah gegap gempita perayaan menuju lebaran, liputan mudik dan hal religius lainnya, kita dikagetkan adanya ledakan bom di Wihara, dapat ditebak media lalu ramai-ramai memberitakannya, dan isu mengenai hari raya agak digeser.

lalu kita bertanya siapa pelakunya? kita tahu ledakan bom di rumah ibadah di Indonesia bukan kali ini saja, beberapa ditemukan di gereja, pelakunya yaitu seorang muslim. isu yang hendak diangkat adalah sensitivitas agama.

pernah pula ledakan terjadi di dalam masjid, pelakunya muslim pula, namun kali ini isunya lain, rasa sakit hati kepada pihak keamanan.

kali ini siapa pelakunya? entahlah, namun bisa ditebak pikiran kita nanti akan disetir oleh media untuk menunjuk sang muslim kembali. sensitifitas agama menjadi isu yang paling logis dibalik ledakan tersebut.

seluruh wacana mengenai tindakan teror selalu melibatkan muslim vis-a-vis non muslim. namun saya selalu tersinggung ketika media pada kejadian terdahulu mewartakan bahwa sang pelaku adalah muslim, karena saya kira sang pelaku teror adalah oknum. pertanyaannya dapatkah manusia seperti itu disebut oknum? oknum muslim atau oknum orang islam?

oknum dianggap sebagai “pengkhianat” atas cita-cita suatu ideologi. oknum selalu disandingkan dengan lembaga yang tersangkut suatu kasus namun enggan untuk mengakuinya, mereka menganggap hal itu bukan bagian dari mereka.

sebagai seorang muslim, tentu kita tidak ingin dicap sebagai pembawa teror atau perusak keamanan. Menurut Hobbes, hal yang pertama menjadi kebutuhan manusia adalah keamanan atas diri. oleh karena itu, hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan diri akan sangat sensitif.

lalu bila oknum disandingkan dengan ideologi keagamaan dapatkah berlaku? hal ini untuk menetralisir cita rasa pemberitaan yang selalu mengarah pada adu agama. ada perasaan ngeri ketika mendengar “seorang muslim melakukan bom bunuh diri di gereja” misalnya, berbeda rasanya dengan “seorang guru/pedagang/programmer melakukan bom bunuh diri di gereja”.

menurut bapak/ibu dan saudara/saudari dapatkah seseorang seperti itu dikatakan oknum muslim? mohon tanggapannya

Advertisements